Tim Kampanye Jokowi Jawa Timur Siap Adu Data Real Count

Diterbitkan pada 12 Juli 2014

 JAKARTA - Tim kampanye Jokowi-JK Jawa Timur membantah klaim kubu Prabowo-Hatta yang menyebut hasil real count di Jawa Timur unggul. Tim Jokowi justru meminta kubu Prabowo untuk saling membuka hasil real count masing-masing.

"Berkenaan dengan pengumuman Tim Kampanye Prabowo-Hatta yang menyatakan telah menang 51,28 persen, maka kami Tim Kampanye Jokowi-JK membantah dan menantang untuk saling terbuka," kata Didik Prasetiyono, Koordinator Data Center Tim Kampanye Jokowi-JK Jawa Timur melalui siaran pers yang diterimaKompas.com, Sabtu (12/7/2014).

Selengkapnya: Tim Kampanye Jokowi Jawa Timur Siap Adu Data Real Count
 

Peneliti LIPI: Lembaga Survei Abal-abal Harus Diungkap ke Publik

Diterbitkan pada 10 Juli 2014

 JAKARTA -  Prof Dr Ikrar Nusa Bakti, peneliti senior bidang riset dan politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menuturkan Dewan Etik Asosiasi lembaga survei harus segera memanggil  4 lembaga survei yang memiliki hasil berbeda dengan lembaga survei pada  umumnya.

Pemanggilan katanya sangat perlu untuk mengklarifikasi aspek methodologis survey dan transparansi anggaran.

Selengkapnya: Peneliti LIPI: Lembaga Survei Abal-abal Harus Diungkap ke Publik
 

Jokowi Unggul di "Quick Count", Rupiah Melonjak ke Level Tertinggi 7 Pekan

Diterbitkan pada 10 Juli 2014

 JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melonjak ke posisi tertinggi 7 minggu pada awal perdagangan, Kamis (10/7/2014) pagi, pasca mayoritas quick count (hitung cepat) menyebutkan bahwa pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla sebagai pemenang Pilpres 2014.

Mata uang garuda melonjak 1 persen ke posisi Rp 11.518 per dollar AS pada pukul 08.17 WIB. Sejak 3 Juli 2014, rupiah menguat 3,5 persen seiring dengan spekulasi bahwa Jokowi akan menjadi pemenang pilpres.

Selengkapnya: Jokowi Unggul di "Quick Count", Rupiah Melonjak ke Level Tertinggi 7 Pekan
 

Puskapol UI: Survei yang Menangkan Prabowo Tak Penuhi Kaidah Statistik

Diterbitkan pada 10 Juli 2014

 JAKARTA — Pusat Kajian Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia mengatakan, empat lembaga survei yang memenangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak memenuhi kaidah statistik. Alasannya, selisih suara yang dirilis keempat lembaga survei itu tidak ada yang lebih dari 2 persen atau masih dalam batas margin of error.

Hal itu disampaikan Manajer Riset Puskapol FISIP UI, Dirga Ardiansa, melalui pesan elektronik kepada Kompas.com, Rabu (9/7/2014) malam.

Selengkapnya: Puskapol UI: Survei yang Menangkan Prabowo Tak Penuhi Kaidah Statistik
 

Halaman 1 dari 22